Breaking News

Tabebuya Mekar di Sukabumi, Jejak Harapan yang Ditanam Sejak Pascapandemi


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Bunga Tabebuya yang bermekaran di sejumlah ruas jalan Kota Sukabumi kini bukan hanya menghadirkan warna baru bagi wajah kota. 

Di balik pohon-pohon yang semakin tinggi dan rindang itu, tersimpan sebuah cerita tentang harapan, kebangkitan, dan upaya menata kembali kota setelah dihantam pandemi COVID-19.

Cerita tersebut diungkap mantan Wali Kota Sukabumi periode 2018-2023, Achmad Fahmi, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (9/9). 

Fahmi mengingat kembali masa ketika penataan wajah Kota Sukabumi mulai digenjot pada akhir 2022. 

Saat itu, pandemi COVID-19 mulai berakhir dan pemerintah bersama masyarakat menghadapi tantangan untuk memulihkan kembali berbagai sektor kehidupan yang sempat terdampak.

Fahmi mengungkapkan, situasi tersebut menjadi titik penting untuk membangun kembali optimisme masyarakat.

"Semangat dan harapan baru tumbuh untuk segera bangkit dan kembali pulih," tulis Fahmi dalam unggahannya.

Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, pemerintah kala itu tetap berupaya mempercepat pembangunan sekaligus membenahi ruang-ruang publik perkotaan.

Penataan dimulai dari enam ruas jalan yang selama bertahun-tahun dianggap belum tertata secara optimal. 

Pembangunan kemudian berkembang melalui penyediaan pedestrian yang terintegrasi di sejumlah kawasan strategis.

Pembenahan juga menyentuh sejumlah ikon kota, mulai dari kawasan Alun-Alun Kota Sukabumi, Lapang Merdeka, Gedung Juang hingga lingkungan Balai Kota.

Namun, menurut Fahmi, perubahan wajah kota tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. 

Unsur penghijauan juga menjadi bagian penting agar ruang kota tidak hanya memiliki fungsi yang lebih baik, tetapi sekaligus menghadirkan suasana yang lebih nyaman dan memiliki karakter.

Fahmi menyebut terdapat filosofi yang membuat pohon tersebut dianggap tepat untuk menjadi bagian dari penataan Kota Sukabumi kala itu. Tabebuya dikenal memiliki siklus berbunga setelah melewati periode kering.

Saat bunganya bermekaran, pohon tersebut menghadirkan kesan kehidupan yang kembali tumbuh setelah melewati masa sulit.

Filosofi itulah yang kemudian dinilai sejalan dengan kondisi Kota Sukabumi setelah pandemi.

"Filosofi tersebut terasa begitu selaras dengan semangat kita saat itu: bangkit dan tumbuh kembali setelah melewati masa pandemi COVID-19," ungkapnya.

Waktu pun berjalan. Pohon-pohon Tabebuya yang dahulu ditanam sebagai bagian dari penataan kota kini telah tumbuh semakin besar. 

Batangnya semakin kokoh, tajuknya semakin rindang, dan ketika memasuki masa berbunga, keberadaannya semakin mudah menarik perhatian warga.

Bagi Fahmi, pertumbuhan Tabebuya tersebut memiliki makna lebih dari sekadar keberhasilan penghijauan.

Pohon-pohon itu menjadi bagian dari perjalanan Kota Sukabumi dalam melewati sebuah masa yang tidak mudah. 

Apa yang dahulu ditanam ketika kota sedang berusaha bangkit, kini mulai memperlihatkan hasilnya dalam bentuk bunga yang menghiasi jalan-jalan kota.

Tabebuya akhirnya tidak hanya menjadi ornamen untuk mempercantik ruang publik. 

Ia menjadi simbol bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu, tetapi harapan yang ditanam dan dirawat dapat tumbuh menjadi sesuatu yang bisa dinikmati bersama.

Bunga-bunga yang bermekaran seakan mengingatkan bahwa setelah masa sulit selalu ada kesempatan untuk kembali tumbuh, melakukan perubahan, dan menatap masa depan dengan optimisme. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA