Kebonjati Kejar Target PBB-P2, Realisasi Tembus Rp455 Juta
SUKABUMI-Beritaekspos.com.- Pemerintah Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, terus menggenjot penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Hingga pekan pertama September 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp455.353.285 atau sekitar 50,58 persen dari target tahunan sebesar Rp900.307.705.
Capaian tersebut menjadi parameter bagi Kelurahan Kebonjati untuk mengejar sisa target hingga penghujung tahun.
Lurah Kebonjati, Yunan Ananda, menegaskan pihaknya tetap optimistis target yang telah ditetapkan dapat direalisasikan.
“Kami optimistis sampai akhir tahun target yang diberikan sebesar Rp900.307.705 bisa tercapai. Kami akan terus melakukan upaya dan mengingatkan masyarakat untuk memenuhi kewajiban pembayaran PBB-P2,” kata Yunan Kamis (10/9/2026).
Sepanjang 2026, mengalami perkembangan signifikan di mana pembayaran PBB-P2 di Kebonjati menunjukkan tren yang terus bergerak.
Pada Januari, penerimaan tercatat Rp3.045.869, kemudian naik menjadi Rp3.984.269 pada Februari.
Bahkan memasuki Maret, realisasi melonjak menjadi Rp31.780.287 dan kembali meningkat pada April menjadi Rp41.372.311. Pada Mei, penerimaan mencapai Rp59.322.433, disusul Rp67.376.254 pada Juni.
Sempat berada di angka Rp61.412.163 pada Juli, penerimaan PBB-P2 kembali mengalami lonjakan signifikan pada Agustus yang mencapai Rp165.371.576.
Sementara hingga minggu pertama September, tambahan penerimaan tercatat sebesar Rp21.688.123.
Dari total realisasi tersebut, Kelurahan Kebonjati masih memiliki pekerjaan rumah cukup besar.
Dengan target Rp900.307.705, masih terdapat kekurangan sekitar Rp444.954.420 yang harus dikejar sampai akhir 2026.
Yunan menyebut sisa waktu yang masih tersedia akan dimanfaatkan untuk memperkuat upaya penagihan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak.
“Capaian ini tentu masih terus kami kejar. Kami berharap masyarakat yang belum melakukan pembayaran bisa segera menyelesaikan kewajibannya, sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” katanya.
Menurut Yunan, optimalisasi PBB-P2 tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian target penerimaan pemerintah.
Kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak juga memiliki kaitan langsung dengan kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan serta pelayanan publik.
Karena itu, aparatur kelurahan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembayaran sekaligus mengingatkan wajib pajak yang belum menunaikan kewajibannya.
Dengan realisasi yang telah menembus lebih dari Rp455 juta, Kebonjati kini dituntut menjaga momentum peningkatan penerimaan.
Sekitar Rp444,95 juta masih menjadi angka yang harus dikejar untuk menutup target Rp900,3 juta hingga akhir tahun.
"Pemerintah Kelurahan Kebonjati optimistis kerja bersama antara aparatur wilayah dan masyarakat dapat mempercepat pencapaian target tersebut," pungkasnya.
Ois

