Breaking News

Yasti Sukabumi Pelopor Sekolah Melek AI, Siswa Digembleng Jadi Kreator Digital



SUKABUMI," Beritaekspos.com - Dunia pendidikan di Sukabumi mulai memasuki babak baru dalam memperkenalkan kepada anak didik kemajuan teknologi khususnya Artificial Intelligence (AI). 

Yasti Sukabumi mengambil langkah progresif dengan membekali para siswa kemampuan memanfaatkan kecerdasan tersebut, sekaligus mengasah kreativitas mereka menjadi konten kreator yang produktif, edukatif, dan bertanggung jawab.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Communi Tri Seminar Digital bertema “Menjadi Konten Kreator Kreatif” yang berlangsung di Meeting Room Yasti Sukabumi, Senin (10/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Yasti Sukabumi membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap derasnya perkembangan teknologi digital.

Bukan sekadar seminar, para siswa diajak melihat AI dan media sosial sebagai peluang untuk mengembangkan kemampuan serta menghasilkan karya. 

Materi yang diberikan mencakup pengenalan dunia konten kreator, pemanfaatan AI, strategi membuat konten hingga praktik produksi konten secara langsung.

Ketua Dewan Pembina Yasti Sukabumi, Dr. Asep Ikhwan Awaludin, menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus diiringi dengan penguatan karakter dan etika digital. 

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memahami aturan dan batasan dalam memanfaatkan ruang digital.

“Kami selaku yayasan tentunya mendukung agar generasi muda ini nantinya selain melek digital, juga paham terkait aturan bermedia sosial yang benar,” ujar Asep.

Ia menilai kemampuan menjadi konten kreator merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan sejak bangku sekolah. 

Namun, kreativitas tersebut harus dibarengi kesadaran terhadap dampak dari setiap informasi maupun konten yang dipublikasikan.

“Selain nantinya siswa mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam menjadi konten kreator, tentu mereka juga paham atas batas dan aturan yang berlaku,” katanya.

Menurut Asep, pemahaman tersebut semakin penting di tengah perkembangan AI yang begitu cepat. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kreativitas dan produktivitas, bukan menghilangkan daya pikir maupun tanggung jawab penggunanya.

Sementara itu, Kepala SMA Yasti Cisaat, Deuit Widya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menangkap sekaligus mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang digital. 

Gagasan kegiatan juga berangkat dari kebutuhan dan aspirasi siswa yang ingin mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas.

“Salah satunya kegiatan hari ini yakni seminar dengan Indosat Ooredoo Hutchison. Tujuannya untuk menampung bakat anak-anak yang nantinya bisa disalurkan pada kegiatan ini,” ungkap Deuit.

Menurutnya, media sosial sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. 

Banyak siswa memiliki ketertarikan membuat video, menyusun konten hingga membangun identitas sebagai kreator.

Karena itu, sekolah memilih tidak sekadar melarang atau membatasi aktivitas tersebut. Sebaliknya, minat siswa diarahkan agar berkembang menjadi aktivitas kreatif yang memiliki nilai positif dan tetap berada dalam koridor pendidikan.



“Kita ketahui, pada zaman sekarang anak-anak kita tidak bisa dipungkiri kebutuhannya terkait konten media sosial atau menjadi konten kreator. Jadi kegiatan ini untuk mengarahkan agar ide kreativitasnya tetap tersalurkan, tapi juga dengan batasan tertentu,” jelasnya.

Deuit berharap kreativitas yang lahir dari lingkungan sekolah tidak berhenti pada konten yang menarik secara visual. 

Lebih jauh, para siswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang memiliki pesan, nilai edukasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami dari lembaga bidang pendidikan berharap nanti konten-konten yang diciptakan tetap edukatif,” tegasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Branch Sales Manager Sukabumi Tri, Suwarno. 

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program Indosat Ooredoo Hutchison melalui Tri dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan kapasitas generasi muda.

Menurut Suwarno, pelajar merupakan salah satu kelompok penting bagi Tri. Karena itu, kontribusi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui produk dan layanan, tetapi juga lewat kegiatan yang dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan baru kepada siswa.

“Kami dari Indosat Ooredoo Hutchison, khususnya dari Tri sudah memiliki program. Jadi ini bagaimana caranya kita bisa mengembangkan kemampuan adik-adik kita di Yasti Sukabumi,” kata Suwarno.

Ia menjelaskan, program serupa sebelumnya telah digelar di lingkungan Yasti Sukabumi pada Mei 2026 dengan menyasar siswa jenjang SMK. 

Kali ini, kegiatan diperluas untuk siswa jenjang SMA sebagai bagian dari kesinambungan pembekalan keterampilan digital.

Suwarno menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). 

Selain mendapatkan pembekalan mengenai dunia konten kreator, siswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas digital yang dapat mendukung proses belajar dan kreativitas.

“Memang kita juga memiliki produk Tri yang dikhususkan untuk anak muda. Sehingga dengan dasar itu, ingin memberikan sesuatu yang lebih bagi pangsa pasar kita,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tri juga memperkenalkan sejumlah layanan digital, termasuk Gemini Plus dengan total penyimpanan hingga 400 GB, sebagaimana disampaikan kepada para peserta.

Rangkaian seminar kemudian diarahkan pada pemahaman bahwa AI bukan sekadar teknologi canggih, tetapi dapat menjadi perangkat pendukung bagi siswa dalam menemukan ide, menyusun konsep hingga membantu proses produksi konten. 

Meski demikian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab tetap menjadi faktor utama.

Dengan pendekatan teori dan praktik, siswa tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka juga mendapatkan kesempatan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk membuat karya digital.

Bagi Yasti Sukabumi, langkah ini menjadi bagian dari strategi menyiapkan siswa menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi. 

Penguasaan teknologi, literasi AI dan kemampuan menghasilkan konten dinilai sebagai keterampilan yang semakin relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kolaborasi antara yayasan, sekolah, dunia usaha dan para pemateri diharapkan mampu melahirkan generasi Yasti yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan digital, kreativitas dan karakter yang kuat.

Seminar “Menjadi Konten Kreator Kreatif” pun menjadi penanda bahwa Yasti Sukabumi mulai membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk beradaptasi dengan era AI. 

Dari bangku sekolah, mereka didorong bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi kreator yang mampu menciptakan karya digital kreatif, edukatif dan bertanggung jawab. 

Ois




BACA JUGA BERITA LAINNYA