Wali Kota Sukabumi Pastikan Program Sosial dan Rutilahu Terus Diperkuat
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat program perlindungan sosial dan percepatan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) melalui kolaborasi lintas sektor.
Berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga mitra swasta dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini konsisten mendukung berbagai program sosial pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara Dinas Sosial, perbankan, perusahaan, lembaga sosial, hingga aparat kewilayahan menjadi modal utama dalam memperluas manfaat program bagi warga.
Sejumlah mitra yang terlibat di antaranya Bank BJB, Telkom, BAZNAS, Pegadaian, Indomaret, dan Alfamart.
Selain itu, jajaran kepolisian melalui Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, TNI melalui Babinsa, serta perangkat daerah turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan masyarakat.
"Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa program yang dijalankan pemerintah mendapat respons positif. Karena itu, kolaborasi tersebut akan terus dipertahankan dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat," kata Ayep Zaki, Kamis (6/8).
Ia menegaskan, selain menjalankan Program 12 PAS, Pemkot Sukabumi juga terus memfokuskan upaya penanganan tiga persoalan utama, yakni stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengangguran.
Ketiga persoalan tersebut akan diintervensi melalui kebijakan dan dukungan anggaran dari APBD.
Menurut Ayep, pengangguran menjadi salah satu prioritas yang membutuhkan langkah konkret melalui berbagai program pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja.
"Intervensi anggaran diharapkan mampu mempercepat penurunan angka pengangguran di Kota Sukabumi," ujarnya.
Terkait program Rutilahu, Ayep menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan pembangunan sebanyak 1.025 unit rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Dari jumlah tersebut, sekitar 380 unit pada tahap pertama telah memasuki proses pelaksanaan.
Selain program BSPS, bantuan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 33 unit Rutilahu.
Dukungan lainnya diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi yang akan membantu pembangunan 80 unit rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Ayep, capaian tersebut menjadi salah satu realisasi pembangunan Rutilahu terbesar yang pernah dilaksanakan di Kota Sukabumi.
Ia memastikan akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan agar proses pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan hasil yang optimal.
Tak hanya sektor perumahan, pemerintah daerah juga mengalokasikan program rehabilitasi untuk 13 gedung Sekolah Dasar (SD) pada tahun ini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Sukabumi dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Ois

