Ponpes Al-Fath dan Utusan Khusus Presiden Bahas Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden sekaligus pKomandan Tim Khusus Presiden dan Ketua Garda Mawar, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid, Minggu (16/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menjajaki penguatan kerja sama di bidang pendidikan karakter, kebudayaan, pemberdayaan santri, serta wawasan kebangsaan.
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai sinergi antara pesantren dan pemerintah penting untuk memperkuat peran lembaga pendidikan keagamaan dalam membentuk generasi muda yang memiliki landasan moral sekaligus kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Menurut KH. Fajar, pendidikan di Al-Fath tidak hanya diarahkan pada penguatan ilmu agama, tetapi juga mencakup pelestarian seni dan budaya Sunda serta pembinaan bela negara.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kebangsaan.
Ia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan pendidikan karakter dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ponpes Al-Fath, kata dia, siap berkontribusi dalam berbagai program yang sejalan dengan penguatan sektor keagamaan, pendidikan dan kebudayaan.
Sementara itu, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid memberikan apresiasi terhadap pola pendidikan yang dikembangkan Ponpes Dzikir Al-Fath.
Ia menilai perpaduan pendidikan agama, budaya lokal, nasionalisme dan kemandirian santri merupakan potensi yang dapat terus dikembangkan.
Fauka menyebut model pembinaan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangunnya generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki karakter, rasa cinta tanah air dan kemampuan untuk berdiri secara mandiri.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk membawa berbagai aspirasi serta potensi yang dimiliki Ponpes Al-Fath ke tingkat pemerintah pusat.
Menurutnya, pengalaman Al-Fath dalam mengintegrasikan budaya dan pembinaan kebangsaan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan karakter di lingkungan pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, Fauka turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pesantren dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan generasi muda, termasuk ancaman radikalisme dan degradasi moral.
Pesantren dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan proses pembentukan karakter generasi muda.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas pesantren, termasuk area pelatihan seni bela diri tradisional Maenpo dan pusat kegiatan wirausaha santri.
Kedua pihak juga berdiskusi mengenai kemungkinan program bersama yang dapat direalisasikan ke depan.
Kunjungan ditutup dengan doa bersama, foto bersama dan penyerahan cinderamata khas Ponpes Al-Fath. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antara pesantren dengan pemerintah dalam membangun pendidikan karakter, kemandirian santri serta wawasan kebangsaan.
Ois

