Ayep Zaki Sebut Sukasai Jadi Arah Baru Pembangunan Ekonomi Kota Sukabumi
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa Sukasai (Sukabumi Smart AI) menjadi arah baru pembangunan ekonomi Kota Sukabumi.
Melalui sistem berbasis kecerdasan buatan dan data terintegrasi, pemerintah berupaya membangun tata kelola yang lebih modern, efektif, dan tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki saat membuka Festival Ekonomi Semesta (PESTA) Part 2 di Pasar Lembursitu, Sabtu (1/8).
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak lagi cukup mengandalkan program konvensional, tetapi harus ditopang oleh data yang akurat agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ayep menjelaskan, Sukasai akan mengintegrasikan berbagai data strategis, mulai dari kependudukan, UMKM, perdagangan, investasi, kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga potensi pendapatan daerah.
"Dengan mengadopsi sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan dan mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan sekadar perkiraan," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data akan membuat program pemberdayaan UMKM menjadi lebih efektif. Pemerintah dapat memetakan kebutuhan setiap pelaku usaha, mulai dari pembinaan, akses permodalan, pemasaran, hingga digitalisasi usaha sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Ayep juga menilai Sukasai menjadi fondasi dalam mempercepat transformasi pasar rakyat. Penerapan transaksi digital melalui QRIS dan layanan perbankan di Pasar Lembursitu merupakan langkah awal membangun ekosistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Selain memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, digitalisasi juga menghasilkan data ekonomi yang dapat dianalisis pemerintah sebagai dasar menyusun kebijakan.
Dari data tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan aktivitas perdagangan, tingkat produktivitas UMKM, hingga potensi peningkatan pendapatan daerah.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan bukan bertujuan menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat bantu bagi pemerintah agar mampu bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan lebih terukur.
Dengan demikian, setiap perangkat daerah memiliki dasar yang sama dalam menyusun maupun mengevaluasi program pembangunan.
Ayep berharap Sukasai mampu melahirkan ekosistem ekonomi yang saling terhubung antara pemerintah, pelaku UMKM, pasar rakyat, sektor perbankan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diyakini akan memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.
Menurut Ayep, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, Sukasai dihadirkan sebagai instrumen untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Melalui implementasi Sukasai, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan terwujudnya tata kelola ekonomi yang modern, berbasis data, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sistem ini diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat UMKM, menghidupkan pasar rakyat, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Ois

