Wakil Ketua Satgas P3MBG Kota Sukabumi, Ida Halimah Percepat Penerbitan SLHS, SPPG Program MBG
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Dinas Kesehatan Kota Sukabumi terus mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program (Satgas P3)MBG Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan hingga saat ini terdapat 55 SPPG di Kota Sukabumi. Dari jumlah tersebut, 53 SPPG telah beroperasi, sementara dua lainnya masih dalam tahap persiapan.
"Dari 55 SPPG yang ada, baru 44 yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sisanya masih dalam proses, ada yang sedang mempersiapkan persyaratan dan ada juga yang masih melengkapi ketentuan yang dibutuhkan," ujar Ida Halimah, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, penerbitan SLHS memerlukan sejumlah tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) serta hasil pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari verifikasi kelayakan sanitasi.
Menurutnya, SPPG yang belum memperoleh sertifikat tetap dapat beroperasi sembari menyelesaikan proses administrasi dan teknis yang dipersyaratkan. Proses penerbitan SLHS umumnya membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam bulan sejak seluruh persyaratan diajukan.
Selain aspek sanitasi, Dinas Kesehatan juga memberikan perhatian terhadap kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat Program MBG. Setiap SPPG telah mendapatkan edukasi terkait penyusunan menu bergizi yang melibatkan tenaga ahli gizi untuk memastikan keseimbangan kandungan nutrisi dalam makanan.
"Dinas Kesehatan akan memastikan kandungan gizi dan keamanan pangan yang disajikan. Sebelum beroperasi, bahan makanan juga dipantau agar bebas dari kontaminasi seperti bakteri E. coli. Ke depan kami akan terus melakukan monitoring secara berkala," tegas Ida.
Melalui pengawasan tersebut, Dinas Kesehatan berharap seluruh SPPG di Kota Sukabumi dapat memenuhi standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ois

