Breaking News

Korwil BGN Septo Suharyanto Nyebut: 55 SPPG di Kota Sukabumi Layani 131.954 Penerima Manfaat Program MBG



SUKABUMI-Beritaekspos.com, - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut telah menjangkau 131.954 penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan dengan dukungan 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif.

Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah BGN Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Kota Sukabumi yang dihadiri Wali Kota Sukabumi, Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis Kota Sukabumi yang baru beserta jajaran, unsur pemerintah daerah, kepala dinas, korcam, kepala SPPG, dan para pemangku kepentingan lainnya, Kamis (11/6/2026). 

Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah penerima manfaat terbesar berada di Kecamatan Cikole sebanyak 27.515 orang yang dilayani oleh 11 SPPG. 

Selanjutnya Kecamatan Warudoyong sebanyak 21.837 penerima manfaat dengan 9 SPPG, Kecamatan Citamiang 21.009 penerima manfaat dengan 9 SPPG, Kecamatan Cibeureum 18.498 penerima manfaat dengan 7 SPPG. 

Semenya itu, Kecamatan Gunungpuyuh 16.264 penerima manfaat dengan 8 SPPG, Kecamatan Lembursitu 16.144 penerima manfaat dengan 6 SPPG, serta Kecamatan Baros sebanyak 10.687 penerima manfaat yang dilayani oleh 5 SPPG.

Menurut Septo, capaian tersebut menunjukkan komitmen bersama seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan gizi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dapat terpenuhi dengan baik. Program ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan Kota Sukabumi saat ini telah didukung oleh 55 SPPG aktif yang menjadi ujung tombak pelayanan program kepada masyarakat. Keberadaan SPPG tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan tepat sasaran dan menjangkau seluruh penerima manfaat di tujuh kecamatan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai aspek pelaksanaan program turut dievaluasi, mulai dari penyediaan bahan pangan, proses pengolahan makanan, distribusi, hingga penerimaan manfaat oleh sasaran program. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Septo menegaskan, kualitas pelayanan harus terus menjadi perhatian seluruh pengelola SPPG. Selain menjaga ketepatan sasaran dan ketepatan waktu distribusi, aspek higiene dan sanitasi serta keamanan pangan juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

“Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan. Karena itu, seluruh SPPG harus terus meningkatkan standar pelayanan, menjaga keamanan pangan, serta memastikan makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Satgas MBG, pemerintah daerah, perangkat kewilayahan, dinas terkait, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi yang kuat akan mempermudah penyelesaian berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaan program di lapangan.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Sukabumi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA