Dugaan Kekerasan Seksual pada Korban Anak Guncang Pajampangan
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan di wilayah Sukabumi Selatan menjadi perhatian masyarakat setelah kasus tersebut terungkap melalui keterangan korban dan keluarganya.
Korban yang masih berusia 11 tahun dan berstatus pelajar sekolah dasar diduga mengalami tindakan yang tidak semestinya dari ayah kandungnya sendiri berinisial DR. Informasi mengenai peristiwa tersebut kemudian menyebar dan mengundang keprihatinan berbagai pihak.
Ketua RT setempat, Deneng, mengatakan dirinya mengetahui adanya dugaan kasus tersebut setelah menerima laporan dari salah seorang anggota keluarga korban. Menindaklanjuti informasi itu, ia bersama petugas Linmas mendatangi rumah korban untuk melakukan klarifikasi.
Saat dimintai keterangan, terduga pelaku sempat membantah tuduhan yang disampaikan keluarga. Namun setelah korban memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang dialaminya, situasi berubah.
Menurut Deneng, keterangan korban menjadi titik awal terungkapnya dugaan peristiwa tersebut. Setelah mendengar penjelasan korban, terduga pelaku akhirnya mengakui perbuatannya di hadapan keluarga dan perangkat lingkungan yang hadir.
"Awalnya membantah, tetapi setelah korban menyampaikan keterangannya, yang bersangkutan mengakui perbuatannya," ujar Deneng saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Pasca kejadian tersebut, keluarga korban mengambil langkah untuk memisahkan korban dan ibunya dari terduga pelaku guna menjaga keamanan dan kenyamanan mereka. Terduga pelaku kemudian diminta meninggalkan rumah dan selanjutnya dijemput oleh pihak keluarganya.
Saat ini korban tetap tinggal bersama ibunya. Sementara itu, masyarakat berharap penanganan kasus dapat mengedepankan perlindungan terhadap korban serta memberikan ruang bagi proses pemulihan yang dibutuhkan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga, lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak serta mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan terhadap mereka.
Ois

