SPPG Sindangpalay 2 Cibeureum Akan Terus Meningkatkan Kualitas, Satgas MBG Nilai Kinerja Sudah Baik
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menilai operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya menunjukkan perkembangan positif.
Salah satunya SPPG Sindangpalay 2 di Kecamatan Cibeureum yang kini telah melayani hampir 2.000 penerima manfaat.
Di Kota Sukabumi sendiri terdapat 46 SPPG, dengan satu di antaranya didanai oleh PGN dan menjadi unit ke-45 yang telah beroperasi hampir satu bulan. Khusus di Cibeureum, terdapat tujuh SPPG yang aktif, termasuk Sindangpalay 2.
“Pada awalnya hanya 400 PM, sekarang sudah mencapai 1.918 penerima manfaat. Saya titip kepada pengelola SPPG dan mitra agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Secara fasilitas sudah bagus, lahan luas, ada tiga titik loading, dan IPAL tinggal dikolaborasikan dengan sistem modern,” ujar Andri.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap seluruh SPPG akan terus dilakukan untuk melihat mana yang sudah optimal dan mana yang masih perlu ditingkatkan.
Meski demikian, dari hasil peninjauan langsung, ia mengakui kualitas SPPG yang ada saat ini sudah cukup baik.
Andri juga menyebut pihaknya terus memperbarui aturan dari PGN untuk kemudian disosialisasikan kepada seluruh SPPG di Kota Sukabumi.
Saat ini, hampir seluruh dapur MBG telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), seperti di wilayah Jalur, Karangtengah, Perana, dan Lembursitu.
Sementara itu, dapur SPPG Sindangpalay 2 diketahui telah beroperasi sejak 18 Februari 2026.
Dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan, jumlah penerima manfaat meningkat signifikan dari awalnya 300–400 orang menjadi 1.918 orang.
Program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal. Sekitar 90 persen relawan yang terlibat berasal dari warga setempat, termasuk ibu rumah tangga dan warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Kepala dapur SPPG, Krisman Firdani Zega, menjelaskan bahwa limbah dapur dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak.
Bahkan, terdapat kerja sama antara pihak SPPG dengan warga melalui nota kesepahaman.
“Limbah dapur dimanfaatkan untuk pakan ternak. Nanti hasil ternak seperti telur ayam atau bebek akan kami tarik kembali sebagai bagian dari siklus pemanfaatan,” jelasnya.
Ketua Yayasan Barokah Gizi Insani, Mira, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola SPPG sesuai arahan dari Satgas MBG.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan masukan dari Satgas. Semua saran akan kami tindak lanjuti agar ke depan pengelolaan SPPG semakin baik,” pungkasnya.
Ois



