Disorot Usai Konser, Pemkot Sukabumi Buka Suara Soal Kondisi Stadion Suryakencana
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Kerusakan rumput di Stadion Suryakencana pasca konser Terambyar Fest menuai perhatian publik. Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Menurut Bobby, penggunaan stadion untuk kegiatan konser bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Sukabumi dihadapkan pada keterbatasan lokasi yang memadai untuk menampung acara berskala besar.
Ia menyebut, opsi yang tersedia saat ini hanya Lapang Merdeka dan Stadion Suryakencana. Namun, Lapang Merdeka dinilai tidak lagi representatif karena berada di pusat kota dan sulit dikendalikan dari sisi akses maupun keamanan.
“Kalau untuk event besar, pengaturan di Lapang Merdeka cukup sulit, termasuk penerapan tiket dan pembatasan penonton,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, stadion menjadi pilihan paling memungkinkan meski kondisinya belum sepenuhnya ideal. Bobby mengakui hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kualitas stadion sebenarnya sudah dirancang sejak tahun lalu. Pemkot bahkan telah melakukan studi ke Stadion Pakansari dan Stadion Maguwoharjo sebagai acuan pengembangan stadion berstandar nasional.
Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan. Untuk itu, tahun ini Pemkot kembali mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk menjadwalkan audiensi dengan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat.
Terkait kondisi lapangan yang rusak, Bobby menjelaskan bahwa faktor cuaca turut berpengaruh. Hujan deras yang turun saat konser berlangsung menyebabkan permukaan lapangan menjadi becek dan mempercepat kerusakan rumput.
Saat ini, penanganan yang dilakukan masih sebatas pembersihan dan perawatan rutin. Sementara perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa event seperti konser tetap memiliki nilai penting bagi kota. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap ekonomi daerah.
Sebagai langkah ke depan, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan rencana pembangunan ruang terbuka baru yang difokuskan untuk kegiatan ekonomi kreatif agar tidak lagi bergantung pada stadion.
Bobby juga menyinggung persoalan sampah yang kerap muncul dalam setiap kegiatan besar. Volume sampah di Lapang Merdeka bahkan bisa mencapai jumlah signifikan, sehingga menjadi pertimbangan pembatasan penggunaan lokasi tersebut.
“Kami memahami kritik masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan fasilitas yang tersedia bisa lebih baik dan memadai,” tutupnya.
Ois

