Breaking News

Sukabumi Perkuat Identitas Kota Toleran, Pemkot Bidik Nomor Empat Nasional





SUKABUMI, -beritaekspos. com. -

Peringatan Imlek Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi.Berlangsung di Vihara Widhi Sakti jalan Pajagalan Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. Senin 17/2/2026 malam. 

Dalam acara Imlek tersebut di hadiri, 

H. Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi,Bobby Maulana Wakil Wali Kota Sukabumi ,H. Andang Tjahjandi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, AKBP. Sentot Kunto Wibowo Kapolres Sukabumi Kota, H. Ludi Jalaludin, S.Pdi Kasi Bimas Kementrian Agama Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh Camat Warudoyong, H. Ade Munhiar Ketua FKUB Kota Sukabum.

Kota Sukabumi akan terus menjaga komitmennya dalam memperkuat nilai toleransi setelah dinobatkan sebagai kota tertoleran pertama di Jawa Barat dan menempati peringkat keenam secara nasional.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, kerukunan hidup beragama di Kota Sukabumi harus terus dirawat melalui sinergi pemerintah, Forkopimda, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan warga lintas agama.

“Toleransi bukan hanya slogan, tetapi fondasi utama dalam membangun kota yang berdaulat secara hukum, ekonomi, sosial, dan pendidikan,” ujarnya usai menghadiri perayaan Imlek, Senin malam (16/2/2026).

Ayep menegaskan, stabilitas sosial yang kuat akan menjadi modal penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia optimistis, iklim kebersamaan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk penguatan kebijakan, Pemkot Sukabumi menyiapkan langkah strategis melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang toleransi dan kerukunan hidup beragama. Regulasi tersebut bahkan direncanakan ditingkatkan statusnya menjadi Peraturan Daerah (Perda).




Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program toleransi memiliki payung hukum yang lebih kuat sekaligus dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Selain mempertahankan posisi saat ini, Pemkot juga menargetkan Sukabumi masuk empat besar kota toleran tingkat nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjaga kondusivitas wilayah. Ia menegaskan keamanan dan kerukunan merupakan dua hal yang saling berkaitan.

“Kami memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman, sekaligus menjamin perlindungan bagi semua warga tanpa membedakan latar belakang,” tegasnya.

Pengamanan kegiatan keagamaan dan budaya, lanjutnya, dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk pengaturan arus lalu lintas oleh personel di lapangan.

OIS

BACA JUGA BERITA LAINNYA