Breaking News

Ormas Diminta Ambil Peran Aktif Dukung Program Strategis Pemkot Sukabumi





SUKABUMI, beritaekspos, com. -

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Kota Sukabumi, terutama yang berkaitan langsung dengan persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki saat membuka Konferensi Cabang III PC Muslimat NU Kota Sukabumi yang digelar di Toserba Selamat, Jalan R.E. Martadinata, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, program yang dijalankan ormas harus sejalan dan memiliki irisan dengan kebijakan pemerintah daerah. 

Saat ini, Pemkot Sukabumi memiliki sekitar 26 indikator pembangunan yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga penanganan stunting.

Ayep Zaki menilai, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. 

Diperlukan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti PC Muslimat NU yang memiliki basis massa hingga tingkat akar rumput.




Ia mengungkapkan, kelompok masyarakat desil 1 dan 2 di Kota Sukabumi jumlahnya mencapai sekitar 65 ribu orang dan membutuhkan perhatian serius. 

Jika intervensi bantuan diberikan sebesar Rp1 juta per orang, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp65 miliar. Sementara bantuan Rp250 ribu per orang tetap memerlukan anggaran hingga Rp16 miliar.

Dari sisi kebijakan anggaran, Ayep Zaki menekankan pentingnya kolaborasi pendanaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. 

Sementara terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan PAD secara konsisten.

“PAD merupakan sumber daya utama pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan sekaligus mengawal pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Zainul, menyampaikan bahwa Konferensi Cabang Muslimat NU merupakan agenda lima tahunan untuk memilih ketua sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung program pemerintah daerah.

Ia menyebutkan, Komisi IX membidangi sektor kesehatan, ketenagakerjaan, BKKBN, serta pekerja migran. 

Salah satu program yang dapat disinergikan adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dari Kementerian Kesehatan dengan sasaran anggota Muslimat NU.

Dalam kesempatan tersebut, Zainul juga menyinggung adanya laporan tenaga kerja Indonesia di Tiongkok yang sakit namun belum dapat dipulangkan karena persoalan agensi. 

Ia menegaskan praktik semacam itu tidak dibenarkan dan agensi harus bertanggung jawab penuh.

Sementara Ketua PCNU Kota Sukabumi KH. Anas Syakirullah menuturkan, PW Muslimat NU telah merancang tiga program yaitu Mustika Darling (sadar lingkungan) Mustika Mesem (mengentaskan kemiskinan ekstrem) dan Mustika Sadar. 

"Ketiga program ini pada prinsipnya sama dengan program yang dicanangkan oleh pak wali kota. Saya berharap tercipta sinergitas antara pemerintah dan Pengurus PC Muslimat NU definitif," ungkap Kyai Anas. 

Ke depan kata dia, harus tercipta soliditas dan kekompakan antara Pemkot Sukabumi dan pengurus PCNU Kota Sukabumi secara keseluruhan untuk mendorong percepatan pembangunan

OIS. 

BACA JUGA BERITA LAINNYA