Breaking News

Wali Kota Sukabumi Dorong Pembangunan Kolaboratif APBD dan Non APBD di Musrenbang Citamiang ‎




SUKABUMI, beritaekspos, com. -

‎Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa pembangunan di Kota Sukabumi tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga diperkuat melalui skema pendanaan non APBD. 

‎Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musrenbang Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Senin (15/12/2025). 

‎Ayep menjelaskan, salah satu sumber pendanaan non APBD berasal dari perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya untuk mendukung pemberangkatan tenaga kerja migran. 

‎Ia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang belum bekerja untuk memanfaatkan program tersebut.

‎“Semua pengangguran silakan mendaftarkan diri, dengan usia di bawah 40 tahun,” ujarnya.

‎Selain itu, Ayep juga menyoroti pembangunan ekosistem ekonomi berbasis dana abadi yang telah ia canangkan sejak masa kampanye dan kini direalisasikan melalui skema qardhul hasan. 

‎Program tersebut dikelola bersama Baznas dan bersumber dari sedekah serta jariyah masyarakat.

‎“Hingga Desember ini, jumlah anggotanya sudah mencapai 1.220 orang yang tersebar di berbagai wilayah,” kata Ayep.





‎Ia menambahkan, dana wakaf yang berhasil dihimpun saat ini mencapai Rp2.000.036.000, dengan kontribusi khusus Kota Sukabumi berada di kisaran Rp530 juta. 

‎Sementara itu, bagi tenaga kerja berusia di bawah 40 tahun, pembiayaan dilakukan melalui APBD namun disalurkan lewat perbankan dalam bentuk KUR.

‎Sementara itu, Camat Citamiang Aries Ariandi menyampaikan bahwa Musrenbang kali ini menghasilkan 125 usulan, terdiri dari 77 usulan fisik dan 48 non fisik. 

‎Dari jumlah tersebut, dilakukan pemilahan prioritas menjadi lima usulan fisik dan lima non fisik.

‎“Untuk usulan fisik, fokus utama diarahkan pada pembangunan drainase,” jelasnya.

‎Anggota DPRD Kota Sukabumi Komisi II Raden Koesoemo Hutaripto menilai Musrenbang Kelurahan Citamiang diwarnai banyak aspirasi masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan penguatan sosial kemasyarakatan.

‎“Kita berharap usulan-usulan prioritas ini bisa diakomodir di tingkat kota dan menjadi program pemerintah yang dibiayai APBD,” ujarnya.

‎Sebagai anggota DPRD yang tergabung dalam Badan Anggaran, Raden menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program pro rakyat dan pembangunan kewilayahan. 

‎Ia juga mengingatkan agar kebijakan pemotongan TKD sebesar Rp159 miliar oleh pemerintah pusat tidak sampai mengganggu program pembangunan dan pelayanan masyarakat pada tahun mendatang.


Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA