Breaking News

Ponpes Al-Fath Gelar Pencak Silat Day Ke-15, Perkuat Tradisi dan Jejaring Pesilat Nusantara ‎



SUKABUMI, beritaekspos. com. --

‎Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath kembali menghidupkan tradisi tahunan Pencak Silat Day Al-Fath yang digelar setiap akhir November. 

‎Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraan, acara ini menjadi wadah bertemunya berbagai paguron untuk merayakan keberagaman seni bela diri nusantara.

‎Pimpinan Ponpes Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang terbuka bagi para pesilat untuk tampil sekaligus mempererat hubungan antarpaguron. 

‎Ia menyebut Al-Fath selalu memberi panggung bagi perguruan yang hadir untuk menampilkan identitas dan karakter masing-masing. 

‎‎“Kami mengundang mereka datang, bersilaturahmi, dan menunjukkan karya terbaiknya,” tuturnya, Sabtu (29/11/2025).

‎Pada tahun ini peserta datang dari Bogor, Jakarta, dan Banten. Tahun sebelumnya, jangkauan undangan bahkan mencakup Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

‎Selain pertunjukan, para paguron diberi kesempatan berdiskusi untuk memperkuat komunitas dan berbagi pengalaman dalam perjalanan melestarikan pencak silat.

‎Tahun ini Al-Fath juga mengumumkan kabar penting terkait aliran Sang Maung Bodas yang resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. 

‎Menurut Kyai Fajar, pengakuan tersebut membuat identitas Sang Maung Bodas semakin kokoh di dunia internasional.

‎Rencana kehadiran delegasi Malaysia terpaksa ditunda karena wilayah Kuala Lumpur terdampak banjir. 

‎Sementara murid-murid Al-Fath yang kini menetap di Eropa dijadwalkan hadir pada Januari mendatang, sekaligus menyiapkan workshop internasional pada 23 Mei 2026.

‎Selain menampilkan para ahli bela diri dari tiap paguron, acara ini juga memfasilitasi generasi muda yang sedang ditempa di masing-masing perguruan. 

‎Kyai Fajar menilai, tampil di panggung terbuka memberikan motivasi agar mereka lebih percaya diri dan terus mengasah kemampuan. 

‎Ia menegaskan bahwa ruang seperti ini membantu para pesilat muda menyiapkan diri menghadapi berbagai ajang tanding, baik resmi maupun nonresmi.

‎Sang Maung Bodas kini telah dikenal di berbagai negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Jepang, Turki, Belanda, Kanada, dan Italia. 

‎Meski begitu, Kyai Fajar menjelaskan bahwa para pesilat mancanegara biasanya mempelajari ilmu bela diri dari beberapa paguron. Dari murid-muridnya, ada yang kini sudah membuka paguron di Singapura, Malaysia, Turki, dan Jepang.


OIS

BACA JUGA BERITA LAINNYA