Breaking News

Pengelola Eks Terminal Sudirman Siap 'Angkat Kaki, Legowo Jika Pemerintah Akan Ambil Alih




SUKABUMI KOTA, beritaekspos.com - Eks Terminal Sudirman yang sempat tak terurus, kini disulap menjadi pusat kuliner oleh Unit 04 Kelurahan Benteng Kecamatan 
Warudoyong. Sayangnya, pengelolaan lahan tersebut belum mendapatkan izin tertulis dari pemerintah daerah, hanya bentuk lisan saja. Kendati demikian, 
pengelola lokasi tersebut terus intens melakukan lobi-lobi, agar mendapatkan izin yang legal.

Pengelola Unit 04 Benteng, Yoga Pranata Budiman mengatakan, saat ini ada sebanyak 23 pedagang di terminal eks Terminal Sudirman. Ia mengaku 
pihaknya sempat mengajukan legalitas dan permohonan izin, namun hingga saat ini belum ada tanggapan dan baru secara lisan. "Kalau pun nanti lokasi ini 
akan dipakai pemerintah, kita siap angkat kaki. Dengan catatan harus difungsikan jangan dibiarkan seperti sebelumnya," ujar Yoga kepada awak media, Rabu (13/10).

Menurut yoga, keberadaan pusat kuliner ini, lahir dari bentuk keprihatinan akan kondisi eks Terminal yang tidak terurus dan terkesan kumuh. Bahkan saat 
dilakukan pembersihan, terdapat sejumlah bekas minuman keras, alat kontrasepsi hingga hewan buas di sekitaran lokasi. Yang mana eks Terminal ini dekat 
dengan pemukiman warga. "Kita sebagai putra daerah dan para pemuda di sekitar eks Terminal merasa risih dan peduli dengan kondisi itu, hingga akhirnya 
terpikirkan untuk membuat pusat jajanan. Dan itu pun sekaligus menampung para pedagang yang tidak tertampung di lokasi lain," terangnya.
 
Yoga menambahkan, untuk membersihkan eks Terminal Sudirman tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab masih banyak permasalahan lain yang 
menyangkut kepentingan beberapa orang dan organisasi. "Kita pun berupaya membenahi hal itu dan Alhamdulillah, semua lancar," tambahnya.
 
Dalam proses pengelolaan sendiri, pihaknya melakukan pembenahan kepada para pedagang hingga adanya retribusi sebesar Rp 600 ribu dengan 
pengalokasian beberapa keperluan pedagang, seperti, biaya listrik, air, kebersihan dan keamanan. "Ini sudah disepakati bersama dan para pedagang pun sudah sepakat," terangnya.

Yoga mengaku, pemerintah daerah pun sudah mengetahui kondisi eks Terminal Sudirman ini, bahkan retribusi karcis dari dinas bersangkutan pun sudah 
menjadi kewajiban para pedagang membayarnya. "Ada juga yang nagih dari dinas dan para pedang juga bayar," akunya. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Sukabumi akan membangun terminal wisata di lokasi eks Terminal Sudirman Sukabumi. Lokasi ini akan menjadi pusat 
informasi dan etalase potensi wisata di Kota Sukabumi. Hal ini disampaikan Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat membuka Pelatihan pemandu wisata 
budaya (Cagar budaya, museum, keraton dan candi) di Hotel Horison, Selasa (28/9) lalu. "Eks Terminal Sudirman akan dijadikan terminal wisata 
pengunjung dari luar Sukabumi bisa mencari produk UMKM, cemilan dan souvenir atau kenang-kenangan khas di sana. Dalam artian lokasi itu bisa 
dikatakan jadi kawasan ekonomi khusus di Kota Sukabumi,"  ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada wartawan.

Sehingga diperlukan pemandu wisata yang profesional dan menguasai bidangnya dengan baik. "Sehingga dengan pelatihan pemandu wisata, harapannya 
mereka menjadi duta-duta wisata mengenalkan dengan potensi yang ada,'' cetus Fahmi.

Momen tersebut jadi penyemangat untuk bangkitkan wisata di tengah pandemi. Fahmi mengatakan, pascapandemi menurut gubernur ada tujuh ekonomi 
baru salah satunya wisata. Meskipun Kota Sukabumi minim wisata alam, bukan berarti tidak punya potensi wisata. Sebab banyak bangunan heritage atau bersejarah misalnya 
Museum Pegadaian dan Kampung Sukuraga yang tidak ada di daerah lain. 
 Selain itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda sangat mengapresiasi langkah pemerintah Kota Sukabumi yang berinovasi akan menciptakan 
terminal wisata. Inovasi tersebut sangat penting untuk perkembangan Kota Sukabumi kedepannya. “Kami sangat apresiasi program terminal wisata, dalam 
menghadapi perkembangan dan perubahan kondisi di Sukabumi,” ujar Wawan Juanda usai mengikuti pembahasan Raperda perubahan 2021, Kamis (30/9) 
lalu.

Pria berkacamata yang akrab disapa Kang Wanju ini, mengaku inovasi program tersebut didukung oleh DPRD Kota Sukabumi. Apalagi program tersebut 
bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini sebuah Terobosan baru dimana kota sukabumi akan menjadi kota Transit bagi wisatawan sebab 
sebentar lagi jalan Tol akan segera sampai ke Kota Sukabumi,” ungkap dia.
 Wawan melanjutkan, ini merupakan kesempatan yang baik untuk Kota Sukabumi untuk menyiapkan program menghadapi perubahan jaman. Apalagi akses 
jalan tol yang ditunggu-tunggu selama ini oleh wisatawan dan para investor akan segera terwujud. “Terminal wisata ini bisa menyedot perhatian wisatawan 
luar untuk datang ke Kota Sukabumi. Ini terobosan yang sangat bagus sekali,” tambahnya.
 Apalagi rencana pembangunan terminal wisata ini ditempatkan di eks terminal bus di Jalan Sudirman, dimana tempat tersebut sangat representatif untuk 
dikunjungi oleh para Wisatawan sebagai Akses penting dalam kunjungan para wisatawan. “Oleh karena itu DPRD mensuport dan mendorong untuk segera 
dipersiapkan segala Fasilitas dan lainnya baik sarana, tata Pengelolaan termasuk potensi Wisata dikota sukabumi dalam hal ini seperti wisata kuliner, wisata 
Heritage dan wisata lainnya,” jelasnya.
 Dengan begitu kata Wanju, para wisatawan akan betah untuk berkunjung ke Kota Sukabumi. Walaupun disatu sisi banyak juga wisatawan yang 
berkunjung ke Kabupaten Sukabumi dengan wisata alamnnya. “Tetapi Kota Sukabumi akan tetap jadi transit wisata sebab terminal Wisata dan juga 
Perhotelan untuk menginap ada dikota Sukabumi,” pungkasnya.

(Ois)
|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||